BENGKAYANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang sukses
menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan
Jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Acara yang
berlangsung selama dua hari, pada 15 dan 16 September, bertempat di Hotel Lala
Golden, Kabupaten Bengkayang.
Kegiatan hari pertama, Selasa (15/9),
dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkayang, Bpk. Sebastianus Darwis. Pembukaan
ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Bunda PAUD Kabupaten
Bengkayang, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab
Bengkayang, Dewan Pendidikan, Ketua K3S, Ketua PGRI Kabupaten Bengkayang,
Pengawas Sekolah dan Koordinator Wilayah Kabupaten Bengkayang, Ketua HIMPAUDI,
Ketua IGTKI, serta Operator Anak Tidak Sekolah (ATS) jenjang SD.
Dalam arahan dan sambutannya, Bupati
Bengkayang menekankan pentingnya sinergi erat antara petugas di sekolah dan
desa dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Bupati menginstruksikan seluruh
Operator ATS jenjang SD dan SMP agar tidak bekerja sendiri, melainkan aktif
berkoordinasi dengan Operator Desa untuk melakukan pencocokan dan validasi data
warga di lapangan.
"Melalui kolaborasi ini, sisa 49
persen data yang belum terverifikasi dapat segera kita tuntaskan agar tidak ada
lagi anak di Kabupaten Bengkayang yang luput dari pendidikan," tegas
Bupati Bengkayang. Beliau juga berharap seluruh peserta mengikuti bimbingan
teknis ini dengan sungguh-sungguh agar bekal pengetahuan dan keterampilan yang
diperoleh dapat diterapkan secara nyata.
Pada hari pertama tersebut, jajaran
narasumber yang memberikan pemaparan materi terdiri dari Sekretaris Daerah
Kabupaten Bengkayang, Bapperida, Dinas Sosial, Disdukcapil, serta Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang.
Melanjutkan agenda di hari kedua, Rabu
(16/9), paparan materi diisi oleh narasumber dari Bapperida, Kejaksaan Negeri
(Kejari) Bengkayang, Kodim 1209/Bky, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(DPMD), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Hari kedua
ini dihadiri oleh para Camat se-Kabupaten Bengkayang, Dewan Pendidikan, jajaran
Koramil,Pengelola PKBM dan SKB Kabupaten Bengkayang, serta Operator ATS SMP dan
Desa se-Kabupaten Bengkayang.
Seluruh rangkaian kegiatan Sosialisasi
dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan ini resmi ditutup pada Rabu sore oleh
Wakil Bupati Bengkayang, Bpk. Drs. H. Syamsul Rizal.
Dalam amanat penutupnya, Wakil Bupati
Bengkayang berharap seluruh peserta bimbingan teknis dapat segera
mengaplikasikan ilmu, wawasan, dan strategi pendataan yang telah diperoleh dari
para narasumber.
"Pastikan sinkronisasi data dari
tingkat desa hingga kabupaten berjalan lancar sehingga kita dapat merumuskan
langkah konkret untuk mengembalikan anak-anak kita ke bangku sekolah, baik
melalui jalur pendidikan formal (SMP) maupun non-formal (PKBM dan SKB),"
ujar Wakil Bupati Bengkayang sebelum secara resmi menutup kegiatan.
Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan koordinasi hingga tingkat desa ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk terus mengawal penuntasan verifikasi data ATS demi terwujudnya pemerataan serta kualitas akses pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bengkayang. (NR)