detail-image

Kadisdikbud Bengkayang Pantau Gladi Bersih TKA 2026 di SDN 01 Monterado

12 Mar 2026
Share :

Bengkayang — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, S.K.m., M.K.M., melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Gladi Bersih Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 di SD Negeri 01 Monterado pada Kamis, 12 Maret 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh perangkat teknis serta mekanisme pelaksanaan ujian sebelum kegiatan utama dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan pendidikan yang menjadi lokasi pelaksanaan TKA di Kabupaten Bengkayang.

Dalam kunjungannya, Heru meninjau secara langsung berbagai aspek teknis pelaksanaan gladi bersih, mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat komputer yang digunakan peserta, kestabilan jaringan internet, hingga kemampuan sistem aplikasi dalam menangani beban kerja ujian. Selain itu, ia juga berdialog dengan panitia sekolah, proktor, dan teknisi untuk memastikan setiap tahapan prosedur pelaksanaan telah dipahami dan dijalankan dengan baik. Menurutnya, gladi bersih merupakan tahap yang sangat krusial dalam rangka memitigasi berbagai kemungkinan kendala teknis yang dapat muncul saat pelaksanaan ujian sesungguhnya. Melalui simulasi ini, sekolah dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, baik yang berkaitan dengan perangkat keras, jaringan internet, maupun sistem aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan TKA.

“Gladi bersih ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik. Dengan persiapan yang matang, diharapkan pada pelaksanaan TKA nanti para siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang tanpa gangguan teknis yang dapat menghambat konsentrasi mereka,” ujarnya saat melakukan pemantauan di lokasi.

Berdasarkan data teknis hasil sinkronisasi terakhir, pelaksanaan TKA Tahun 2026 di Kabupaten Bengkayang melibatkan ratusan satuan pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk jenjang SD, tercatat sebanyak 264 sekolah menjadi bagian dari pelaksanaan TKA tahun ini. Dari jumlah tersebut, 240 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sedangkan 24 sekolah lainnya berstatus menumpang pada satuan pendidikan yang memiliki fasilitas dan sarana pendukung yang memadai.

Dari sisi moda pelaksanaan pada jenjang SD, mayoritas sekolah telah menggunakan moda online penuh. Tercatat 258 sekolah melaksanakan ujian dengan sistem online, sementara 6 sekolah lainnya menggunakan moda semi-online yang menyesuaikan dengan kondisi jaringan dan ketersediaan infrastruktur di wilayah masing-masing. Adapun jumlah siswa jenjang SD yang telah resmi terdaftar sebagai peserta TKA Tahun 2026 mencapai 5.004 orang.

Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdapat 86 sekolah yang berpartisipasi dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Dari jumlah tersebut, 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sedangkan 1 sekolah berstatus menumpang pada sekolah lain. Dalam hal moda pelaksanaan, 75 sekolah SMP menggunakan moda online penuh, sementara 10 sekolah lainnya menggunakan moda semi-online yang disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan.

Jumlah peserta pada jenjang SMP yang telah terdaftar sebagai peserta TKA Tahun 2026 tercatat sebanyak 4.392 siswa. Para peserta tersebut berasal dari berbagai sekolah di seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkayang dan telah melalui proses verifikasi data serta sinkronisasi sistem sebelum mengikuti gladi bersih maupun ujian utama.

Pelaksanaan gladi bersih di SDN 01 Monterado sendiri berlangsung tertib dan lancar. Para siswa mengikuti simulasi ujian dengan menggunakan perangkat yang sama seperti pada pelaksanaan ujian sesungguhnya. Para proktor dan teknisi juga melakukan pengujian sistem secara menyeluruh untuk memastikan proses login peserta, pengunduhan soal, hingga pengiriman jawaban dapat berjalan dengan baik.

Di sela-sela pemantauannya, Heru juga mengingatkan kepada seluruh panitia sekolah, proktor, serta teknisi untuk memanfaatkan gladi bersih ini sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan pelaksanaan ujian. Ia meminta agar setiap kendala yang muncul, sekecil apa pun, segera dicatat dan dicarikan solusi sehingga tidak terulang pada pelaksanaan ujian utama.

Ia juga menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik (TKA) bukan sekadar kegiatan evaluasi rutin, tetapi merupakan salah satu instrumen penting untuk melihat capaian hasil pembelajaran siswa serta efektivitas proses pendidikan yang berlangsung di sekolah. Melalui TKA, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi.

“Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dipersiapkan secara serius, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Dengan kesiapan teknis yang terus dimatangkan melalui gladi bersih di berbagai sekolah, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap pelaksanaan TKA Tahun 2026 dapat berlangsung lancar, tertib, dan menghasilkan data akademik yang akurat. Data tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan program peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga mampu mendorong terciptanya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (PSSHA)