Bengkayang — Peringatan Hari Tari Sedunia yang dirangkaikan
dengan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 jenjang
SD dan SMP tingkat Kabupaten Bengkayang berlangsung meriah dan penuh antusias,
Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di kawasan
trotoar depan Kantor Bupati Bengkayang terpaksa dipindahkan ke Aula Rangkaya
akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bengkayang setelah acara pembukaan.
Meski terjadi perubahan lokasi, semangat para peserta, guru pendamping, dan
seluruh tamu undangan tetap tinggi hingga kegiatan berlangsung sukses dan penuh
kemeriahan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Bengkayang ini menjadi panggung ekspresi bagi peserta
didik untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap seni budaya
melalui berbagai penampilan tari tradisional maupun vokal solo. Mengusung tema
“Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya,”
kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan identitas
budaya, serta pengembangan potensi peserta didik di bidang seni.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., hadir
langsung membuka kegiatan didampingi Wakil Bupati Bengkayang Drs. H. Syamsul
Rizal serta jajaran pemerintah daerah. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, S.K.M., M.K.M., para kepala
perangkat daerah, dewan juri, pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan, guru
pendamping, orang tua, serta masyarakat yang turut menyaksikan penampilan
terbaik para peserta.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa seni bukan
sekadar pertunjukan, tetapi juga media pendidikan karakter yang sarat makna,
nilai, dan identitas budaya. Menurutnya, melalui seni tari, musik, dan sastra,
peserta didik belajar tentang disiplin, kerja sama, kreativitas, rasa percaya
diri, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya. Ia menegaskan bahwa FLS3N
merupakan wadah strategis untuk menggali dan mengembangkan potensi generasi
muda, sekaligus mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, dan
memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
Pada cabang lomba tari jenjang Sekolah Dasar (SD), juara I
berhasil diraih oleh SD Negeri 09 Rangkang, juara II oleh SD Negeri 02 Sanggau
Ledo, dan juara III oleh SD Negeri 02 Nyempen. Sementara pada lomba menyanyi
solo jenjang SD, juara I diraih SD Negeri 02 Segiring, juara II SD Negeri 02
Bengkayang, dan juara III SD Negeri 07 Tanjam.
Adapun pada cabang lomba seni tari jenjang Sekolah Menengah
Pertama (SMP), juara I berhasil diraih oleh SMP Negeri 1 Monterado, juara II
SMP Negeri 4 Bengkayang, dan juara III SMP Negeri 1 Samalantan. Sedangkan pada
lomba menyanyi solo jenjang SMP, juara I diraih SMP Negeri 1 Bengkayang, juara
II SMP Negeri 3 Ledo, dan juara III SMP Negeri 1 Samalantan.
Pada penutupan kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menyampaikan apresiasi atas semangat, kerja
keras, dan penampilan terbaik seluruh peserta. Beliau juga menyampaikan bahwa
para juara terbaik akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk mewakili Kabupaten
Bengkayang pada ajang yang lebih tinggi.
Secara khusus disampaikan bahwa juara I lomba seni tari
jenjang SMP dan juara I lomba menyanyi solo jenjang SD akan mewakili Kabupaten
Bengkayang pada Festival Budaya Perbatasan 2026 yang akan digelar di Badau,
Kapuas Hulu.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang berharap semangat berkesenian di kalangan peserta didik terus tumbuh dan berkembang. Cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tampil maksimal, justru menjadi bukti bahwa seni, kreativitas, dan semangat belajar akan selalu menemukan ruang untuk terus hidup dan berkembang demi melahirkan generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan berbudaya. (EGA)