Bengkayang – Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa
Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N)
tingkat Kecamatan Sanggau Ledo Tahun 2026 resmi dibuka di SD Negeri 08
Kandasan. Kegiatan ini dibuka oleh Ibunda Guru Kabupaten Bengkayang, Anita
Sebastianus Darwis, S.E., M.M., yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, S.KM., M.KM.
Rangkaian acara
diawali dengan defile kontingen dari 17 Sekolah Dasar se-Kecamatan Sanggau Ledo
menuju lapangan kegiatan, yang kemudian dilanjutkan dengan seremoni pembukaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sanggau Ledo, jajaran Polsek dan
Danramil Sanggau Ledo, Kepala Puskesmas, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta
tokoh pendidikan.
Ketua panitia,
Damianus, S.Pd.SD., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan O2SN dan FLS3N
merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga.”
Lebih lanjut disampaikan
bahwa tujuan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga
sebagai sarana silaturahmi antar siswa, serta wadah untuk mengembangkan bakat
dan minat peserta didik di bidang olahraga, seni, dan sastra sejak dini. Selain
itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan jiwa sportivitas, disiplin, kerja
sama, serta meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani siswa. Kegiatan ini
juga diharapkan mampu menjaring dan membina atlet pelajar berpotensi untuk
berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menanamkan nilai-nilai
karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan semangat juang.
Adapun cabang lomba
O2SN yang dipertandingkan meliputi bola voli putra dan putri, atletik putra dan
putri, catur putra dan putri, pencak silat, badminton, serta sepak bola mini.
Sementara itu, FLS3N mencakup lomba menyanyi solo, tari kreasi, dan gambar
bercerita.
Dalam kegiatan
pembukaan juga dilaksanakan pembacaan janji atlet dan janji wasit/juri. Para
wasit dan juri berkomitmen untuk bertindak netral dan adil, sedangkan para
atlet berjanji akan bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, semangat
persatuan, dan persaudaraan.
Dalam sambutannya,
Ibunda Guru Kabupaten Bengkayang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar
ajang perlombaan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi serta sarana untuk
mengasah potensi, kreativitas, dan karakter siswa. “Melalui olahraga, kita
belajar tentang kerja sama dan semangat juang. Melalui sains, kita mengasah
kemampuan berpikir kritis dan inovatif. Sementara melalui seni dan sastra,
siswa dapat mengekspresikan keindahan jiwa serta budaya bangsa,” ujarnya.
Ia juga
menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan
tersebut, serta berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan
melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
Kegiatan ini didukung oleh sumber anggaran Dana BOSP yang dialokasikan secara khusus untuk pengembangan bakat dan minat siswa. Pemanfaatan dana tersebut mencakup penyelenggaraan lomba, penyediaan sarana dan prasarana, serta kebutuhan teknis kegiatan lainnya. Dengan dukungan ini, diharapkan kegiatan O2SN dan FLS3N dapat berjalan optimal serta mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, kreatif, dan berkarakter. (Fk)